Kisah Timun Mas Legenda Asal Indonesia

Kisah Timun Mas Legenda Asal Indonesia – Zaman dulu begitu banyak kisah baik berupa dongeng atau legenda yang muncul. Semua itu masih saja diteruskan secara turun temurun hingga saat ini. Tidak hanya menjadi cerita pengantar tidur namun juga beberapa legenda ini dipercaya pernah terjadi meskipun tanpa bukti kuat. Salah satu legenda asal Indonesia yang menarik dan harus diketahui oleh generasi ke generasi adalah Timun Mas.

Kisah Timun Mas Legenda Asal Indonesia

Alkisah adalah seorang perempuan tua yang hidup dalam kemiskinan dan hidup sebatang kara. Ia pun mengidam-idamkan ingin berumah tangga dan juga memiliki seorang anak. Agar kelak ketika ia mulai tak mampu lagi, ada anaknya yang akan mengurusnya. Tapi tak ada satu orang pun yang mau menikahinya dan ia juga harus mengubur impiannya tersebut dalam-dalam.

Suatu ketika ia sedang mencari kayu bakar di tengah hutan, perempuan tua ini melihat sesosok manusia raksasa dengan tubuh besar, berwarna hijau, bertaring dan sangat menakutkan. Saking besarnya, ketika raksasa ini berjalan, langkah kakinya meninggalkan tanda besar di tanah dan membuat keadaan sekitar berguncang seperti gempa.

Raksasa tersebut tertawa dan ketakutanlah perempuan tersebut. Dengan penuh rasa takut perempuan itu pun berteriak padanya “aku mohon jangan makan aku”..maka semakin keras lah raksasa tersebut tertawa.

Ia melihat ke arah wanita tua tersebut dan berkata “jangan takut, aku tidak akan memakanmu. Lagipula kau sudah tua dan dagingmu pun sudah alot. Aku kemari untuk memberikan beberapa benih timun padamu. Bibit tersebut akan menjawab semua impianmu selama ini. Namun ketika nanti sudah berhasil, jangan kau pelit dan hasilnya harus kau bagi 2 denganku.”

Karena penasaran, wanita tua tersebut akhirnya mengambil benih tersebut dan segera berlari pulang dan meninggalkan sang raksasa tersebut. Setibanya di rumah, wanita tua ini akhirnya penasaran dengan apa yang dimaksud oleh manusia berbadan besar tadi. Ia pun memutuskan untuk menanam benih yang telah ia terima tadi. Tak menunggu waktu lama, bibit-bibit mentimun tersebut tumbuh dengan subur dan berbuah lebat.

Namun ada satu pohon menghasilkan buah yang tak biasa dengan ukuran yang sangat besar dan jika terkena sinar matahari, warnanya mengkilap seperti emas. Lalu ia mengambil dan segera membelah timun tersebut dan apa isi didalamnya sangat membuat ia tak percaya karena dalam timun tersebut ada seorang bayi perempuan yang sangat cantik.

Senang bercampur dengan sedih pun mengganggu pikirannya. Bayi cantik tersebut akhirnya dia berikan nama Timun Mas. Dia senang karena keinginannya untuk mendapatkan anak terkabul. Namun dia juga sedih karena mulai mengerti maksud yang raksasa tersebut katakan padanya waktu itu.

Ia pun segera kembali ke tengah hutan untuk bertemu dengan si manusia besar. Dan benar di tengah hutan tersebut sudah ada raksasa yang telah menunggunya untuk menagih janji.Wanita tua tersebut mengatakan jika apa yang ia inginkan masih sangat kecil dan dagingnya sedikit.

¬†“Timun Mas masih kecil dan dagingnya masih sedikit. Jika kau mau tunggulah sebentar lagi ketika ia berumur 17 tahun. Karena pada waktu itu ia sudah tumbuh besar dan juga dagingnya sangat banyak dan manis”.

Terlena dengan perkataan wanita tersebut, akhirnya ia mengizinkan perempuan tua tersebut untuk merawat mangsanya hingga kelak berumur 17 tahun. Hari demi hari berlalu, semakin cantiklah Timun Mas dan membuat rasa takut dari sang ibunya semakin menjadi-jadi.

Hingga tiba waktunya dimana Timun Mas sudah menginjak usia 17 tahun, ibunya pun menceritakan semua kejadiannya dan meminta Timun Mas terus waspada dan bersembunyi ketika si Raksasa datang.

Ketakutan tersebut semakin bertambah besar, ketika sang Raksasa datang dan menagih janji perempuan tua tersebut. Timun Mas diminta sembunyi di dalam rumah dan perempuan tersebut mengatakan pada si Manusia Besar bahwa Timun Mas sudah pergi ke hutan untuk mencari Kayu.

“Timun tak ada di rumah. Ia pergi kehutan untuk mencari kayu api dan kau datang terlambat hari ini. Si Raksasa menjawab “oke minggu depan aku datang lagi¬† dan ingat aku akan terus datang hingga aku dapatkan apa yang aku mau”. Manusia besar tersebut pun pergi meninggalkan rumah perempuan tua tersebut dan akan kembali lagi minggu depan.

Satu minggu sudah berlalu dan kembali Raksasa datang untuk meminta haknya. Namun kali ini ia datang dengan suasana hati yang mulai marah karena merasa terus di bohongi oleh ibu Timun Mas. Namun lagi-lagi tak dapat menemukan dimana keberadaan gadis tersebut.

Sadar bahwa Raksasa akan terus datang, maka ibu dan Timun Mas pun pergi meminta pertolongan kepada kakek tua ada tinggal di gunung. Kakek tersebut memberikan bekal kepada Timun Mas seperti biji mentimun, duri, garam dan juga terasi.

Benda ini selalu Timun bawa kemanapun ia pergi. Hingga pada akhirnya sang Raksasa kembali lagi dengan muka marah. Berniat untuk mengelabui manusia besar tersebut, ibunya meminta Timun Mas untuk pergi kehutan dan bersembunyi lewat pintu belakang. Karena badannya besar, ia pun bisa melihat Timun berlari dan ia pun mengejarnya.

Hasrat untuk memangsa gadis cantik itu semakin tak tertahankan apalagi Timun Mas memiliki kulit kuning langsat dan juga berparas cantik. Ia pun berlari sekuat tenaga untuk bisa kabur dari kejaran Raksasa. Namun karena langkah kakinya yang besar, tak sulit untuk dia dapat mengejar Timun Mas.

Hampir tertangkap, gadis tersebut melemparkan biji mentimun dan tumbuhlah dengan buah yang sangat lebat. Karena pohon mentimun ini, manusia besar tersebut berhenti sementara karena melihat begitu banyak buah dan ia memakannya. Namun ketika ia lapar lagi, dan kembali mengejar gadis tersebut. Bekal kedua adalah duri dan dilemparkan oleh TImun Mas dan berubah menjadi bambu. Benda ini sangat menyulitkan pergerakan raksasa dan badannya pun menjadi luka-luka.

Namun ia masih bisa mengejar Timun Mas. Bekal ketiga juga kembali ia lempar yakni garam dan berubah menjadi lautan. Namun lautan tersebut juga tak bisa membendung Raksasa yang masih bisa mengejarnya walau sudah begitu lelah Domino99.

Hingga akhirnya bekal terakhir juga kembali ia lempar yakni terasi dan berubah menjadi lumpur hisap. Karena tak memiliki kekuatan banyak, akhirnya si Raksasa tersebut pun tenggelam dalam lumpur hisap tersebut. Akhirnya Timun Mas dan ibunya bisa hidup bersama dengan tenang selamanya.

Tamat.